Radio Genggam Maritim UHF vs VHF Intrinsically Safe: Penunjang Keselamatan di Lingkungan Maritim

Radio Genggam Maritim UHF vs VHF Intrinsically Safe: Penunjang Keselamatan di Lingkungan Maritim

11 June, 2026
UHF vs VHF Intrinsically Safe Handheld Marine Radios: A Lifeline in the Maritime Environment

Lingkungan maritim merupakan salah satu area kerja dengan tingkat tantangan tertinggi. Awak kapal harus bekerja di tengah paparan air laut, cuaca ekstrem, serta risiko atmosfer berbahaya yang berpotensi memicu ledakan. Dalam kondisi seperti ini, komunikasi yang andal bukan hanya untuk mendukung operasional, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan personel di laut.

Bagi kru yang bekerja di kapal tanker, anjungan lepas pantai, kapal pengangkut bahan kimia, maupun area berbahaya lainnya, pemilihan radio genggam intrinsically safe (IS) menjadi keputusan yang sangat krusial.

Ciri utama radio jenis ini adalah sertifikasi intrinsically safe (IS). Artinya, radio, baterai, serta aksesori pendukungnya dirancang agar tidak menghasilkan energi listrik atau panas yang dapat memicu penyalaan gas, uap, maupun debu yang mudah terbakar.

Sertifikasi ini menjadi syarat penting untuk penggunaan di area berbahaya (hazardous area), karena percikan kecil dari perangkat komunikasi biasa dapat berisiko menyebabkan ledakan. Standar internasional seperti ATEX (Eropa) dan FM Global (Amerika Serikat) menjadi acuan utama untuk memastikan tingkat keamanan tersebut.

Di luar aspek keselamatan intrinsik, pengguna di sektor maritim juga perlu menentukan jenis frekuensi yang digunakan, yaitu UHF (Ultra High Frequency) atau VHF (Very High Frequency). Keduanya sama-sama berfungsi sebagai sarana komunikasi suara, namun memiliki karakteristik jangkauan dan performa yang berbeda sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.

VHF: Komunikasi Utama untuk Area Laut Terbuka

VHF beroperasi pada rentang frekuensi 156–174 MHz dan merupakan standar utama untuk komunikasi keselamatan serta darurat maritim jarak pendek.

Keunggulan terbesar VHF adalah jangkauannya yang optimal di area laut terbuka. Karena bekerja dengan prinsip line of sight (garis pandang), sinyal VHF dapat menjangkau komunikasi antarkapal maupun stasiun pantai dalam jarak yang cukup jauh.

Radio VHF genggam umumnya mampu digunakan untuk komunikasi hingga sekitar 10–15 mil laut, sehingga menjadi perangkat penting untuk navigasi, koordinasi antarkapal, hingga panggilan darurat.

Selain itu, VHF juga memiliki kanal keselamatan internasional seperti Channel 16, yang digunakan secara global untuk komunikasi darurat dan distress call, memungkinkan kapal dari berbagai negara tetap terhubung saat situasi kritis.

UHF: Solusi Komunikasi di Area Tertutup dan Struktur Baja

Berbeda dengan VHF, UHF umumnya beroperasi pada rentang 400–470 MHz dan memiliki performa lebih baik di area tertutup dengan banyak penghalang fisik.

Pada kapal yang didominasi struktur baja, sinyal VHF sering kali melemah atau terhalang oleh sekat dan ruang tertutup. Sebaliknya, sinyal UHF memiliki kemampuan penetrasi yang lebih baik sehingga komunikasi tetap dapat berlangsung di dalam ruang mesin, ruang kargo, lorong kapal, maupun dek bawah.

Karena itu, radio UHF sering menjadi pilihan utama untuk komunikasi internal kapal, misalnya untuk:

· Koordinasi tim pemeliharaan dan teknisi

· Komunikasi personel di ruang mesin

· Operasi bongkar muat

· Tim tanggap darurat internal dan pengendalian kerusakan

Mengapa UHF dan VHF Sama-Sama Dibutuhkan?

Dalam praktiknya, sistem komunikasi maritim yang ideal tidak bergantung pada satu frekuensi saja. UHF dan VHF justru saling melengkapi sesuai kebutuhan operasional.

Sebagai contoh, pada kondisi darurat di kapal tanker:

Kru di ruang mesin mendeteksi gangguan dan perlu segera melapor ke anjungan. Dalam kondisi ini, radio UHF intrinsically safe menjadi pilihan terbaik karena sinyal tetap dapat menjangkau area yang dipenuhi struktur baja.

Setelah menerima laporan tersebut, anjungan mungkin perlu menghubungi kapal lain atau penjaga pantai. Untuk kebutuhan ini, radio VHF digunakan karena mampu menjangkau komunikasi eksternal di area laut terbuka.

Apabila kru ruang mesin hanya menggunakan VHF, komunikasi internal dapat terganggu akibat hambatan struktur kapal. Sebaliknya, jika hanya menggunakan UHF, koordinasi eksternal menjadi terbatas.

_______________________________________________________

Jelajahi sekarang koleksi Radio Genggam UHF & VHF di BuyNav.